Ada dua orang melakukan pengembaraan.
Suatu hari, mereka memasuki daerah yg didiami oleh sebuah kaum yg menyembah berhala.
Kaum itu memiliki berhala yg disembah dan dikeramatkan. Orang yg melewati daerah mereka, harus memberikan korban sebagai sesembahan untuk berhala itu. Jika tidak mau memberikan korban, maka mereka tidak akan dibiarkan keluar dari daerah itu dalam keadaan hidup.
Dua orang itu pun mengalami hal yg sama. Mereka harus memberikan sesembahan pada berhala. Lelaki pertama sangat takut pada kematian. Karena dia tidak memiliki apa2, akhirnya dia menangkap seekor lalat dan memberikannya kepada berhala itu sebagai sesembahan.
Sedangkan lelaki yg kedua, tetap teguh memegang akidahnya. Dia tidak mau berkorban untuk berhala itu, meskipun dengan seekor lalat. Dia memilih untuk taat pada ajaran agama; berkorban hanya boleh dilakukan jika sesuai dengan syari'at, yaitu kurban Idul Adha yg dilakukan dengan ikhlas karena Allah Ta'ala. Sedangkan memberikan sesembahan pada berhala - meskipun hanya seekor lalat - adalah perbuatan menyekutukan Allah. Itu adalah dosa paling besar. Akhirnya, dia dibunuh. Dia mati syahid mempertahankan akidahnya dan masuk surga.
Adapun lelaki yg satunya, akhirnya meneruskan perjalanan. Namun, naas, baru berjalan beberapa puluh langkah, di tengah padang pasir dia digigit ular berbisa dan akhirnya mati. Namun, dia mati dalam keadaan musyrik (menyekutukan Allah). Dia masuk neraka karena menyekutukan Allah, dengan mempersembahkan seekor lalat pada berhala.
(Dari Imam Thariq bin Syihab)
fuadalqudsy
DeveloperCras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.


0 komentar:
Posting Komentar